Pengikut

Minggu, 04 November 2012

Tinggal di Antartika



 

 









Hai sobat kali saya Ananda Fikri akan memposting tentang kehidupan para ilmuwan yang tinggal di Kutub Selatan. Untuk apa ya para ilmuwan mau tinggal di Kutub Selatan? Simak ceritanya ya.
Antartika atau Kutub Selatan terletak di bumi bagian bawah. Yang ada di Kutub Selatan hnyalah hamparan salju putih. Suhu di Kutub Selatan bisa mencapai minus 50 derajat celcius. Tetapi ternyata ada sekumpulan orang yang tinggal disana. Siapa mereka?
Jawabannya adalah ilmuwan. Para ilmuwan tinggal di Kutub Selatan untuk meneliti berbagai macam hal diantaranya meneliti astronomi, meneliti iklim, meneliti ekologi dan masih banyak penelitian disana.
Tetapi saat musim panas, yaitu sekitar bulan Desember hingga Februari diperkirakan orang yang tinggal di Antartika sebanyak 5000 orang. Sedangkan pada saat musim dingin, orang yang tinggal di Antartika hanya sekitar 1000-an orang
Para ilmuwan yang tinggal di Antartika untuk suatu penelitian pasti punya basecamp atau pangkalan. Basecamp para ilmuwan sudah diberi penghangat. Sebagai contoh basecamp orang Australia rata rata suhunya 18 derajat celcius. Bagi para peneliti yang btinggal disana suhu seperti itu tidak terlalu dingin.
Tinggal di basecamp juga cukup menarik karena di dalam basecamp dilengkapi alat hiburan seperti fasilitas internet, game, dvd player, dll. Jadi para ilmuwan mungkin tidak akan bosan tinggal disana.
Tapi disana penggunaan air sangat dibatasi sebagai contoh saat mandi setiap orang maksimal mandi 2 sampai 3 menit per hari. Hal ini dikarenakan air disana diperoleh dari pelelehan salju sedangkan proses pelelehannya sangat sulit.
Tinggal di Antartika sudah pasti tidak seperti tinggal di kota. Disana, biasanya persediaan makanan untuk  satu tahun biasanya datang setiap akhir Februari. Makannya kebanyakan makanan kaleng dan daging beku. Tetapi para ilmuwan yang tinggal di Antartika tidak boleh memakan daging yang didalamnya terdapat tulang karena jika tulang akan dibuang maka tulang itu harus dikubur dalam es. Nah jika tulang itu membawa virus maka koloni penguin yang tinggal di Antartika bisa terserang penyakit.
Sekian ulasan artikel saya, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Jika suka tolong follow blog ini ya. Terima kasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar